
Sebenarnya, ada tiga tipe perokok, yaitu perokok rutin (regular smoker), perokok sosial (social smoker), dan perokok emosional (emotional smoker), dengan kebutuhan dan pola merokok yang berbeda satu sama lain. Sesuai namanya, perokok rutin adalah mereka yang merokok secara rutin (kebiasaan) tanpa dipengaruhi situasi dan kondisi, dan perokok sosial adalah mereka yang biasanya merokok pada saat berkumpul dengan teman-teman / lingkungan pergaulan yang merokok. Sementara itu, perokok emosional biasanya hanya merokok pada saat mereka menghadapi masalah, karena merokok dianggap menenangkan / membantu menghilangkan stress.
Nah, alasan mereka memulai merokok pun bermacam-macam. Ada yang memulainya karena alasan klasik "peer pressure" (ajakan teman sekolah, teman kerja), mengisi waktu, sekadar mencoba, stress menghadapi masalah, atau beragam alasan lainnya.
Seiring waktu, kegiatan merokok yang mungkin awalnya dilakukan sesekali pada saat bersama teman, atau di waktu senggang berubah menjadi rutinitas. Merokok mulai dilakukan sambil minum kopi, setelah makan siang, bahkan ada perokok yang sengaja meluangkan waktu untuk berhenti di sela-sela waktu bekerja untuk "take a cigarette break".
Merokok yang awalnya hanya sebagai pengisi waktu telah menjadi kebutuhan. Perokok merasa butuh rokok untuk berkonsentrasi, merasa tenang, atau melepas stress. Saat merokok menjadi kebutuhan, hampir semua perokok sudah lupa pada alasan awalnya merokok: yang pasti hidup terasa berbeda tanpa rokok.
Apa yang sebenarnya yang menyebabkan semua ini terjadi.
CPX/TAB/NEW_WEBSITE_CONTENT_1/POAI/30/03/2010