July 7th, 2011
Sayangi janin Anda dengan berhenti merokok!
Download PDF Version

Sejak kecil kita selalu diingatkan oleh orang tua untuk menjauhi merokok dengan alasan kesehatan. Apalagi untuk anak perempuan, merokok menjadi sangat dilarang karena perempuan nantinya akan mengandung bayi dan merokok  diyakini dapat mengganggu pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Benarkah demikian? Ataukah itu hanya alasan orang tua untuk membatasi pergaulan semasa muda?

Berbagai referensi menunjukkan asap rokok mengaundung lebih dari 1.000 zat yang berbeda, termasuk karbon monoksida, hidrogen sianida, karsinogen, dan  unsur-unsur seperti timah, nikel dan kadium. Dua zat utama dalam asap rokok, yakni nikotin dan karbon monoksida, dicurigai mengandung efek yang berbahaya bagi perkembangan janin semasa dalam kandungan.

Karbon monoksida mempunyai kemiripan dengan darah daripada dengan oksigen, sehingga membentuk zat karbosihemoglobin yang dapat menghambat aliran oksigen ke janin. Nikotin yang memegang peran besar sebagai bahan baku rokok berpengaruh besar pada jantung dan sistem saraf pusat. Gangguan yang ditimbulkan oleh nikotin ini ke depannya akan memengaruhi air susu ibu yang merokok atau secara pasif terekspos terhadap asap rokok.

Penemuan ini bukanlah hal baru karena pada tahun 1902 juga ditemukan kasus peningkatan jumlah wanita yang mengalami keguguran kandungan di wilayah pabrik tembakau. Sementara itu pada sebuah penelitian tahun 1999, ditemukan kasus meningkatnya jumlah wanita yang melakukan aborsi spontan di antara wanita perokok dibandingkan dengan wanita yang meminum minuman beralkohol.

Canadian Council for Tobacco Control dalam sebuah hasil studinya mencatat merokok saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran kandungan, bayi tak bergerak saat dilahirkan, komplikasi selama kehamilan dan melahirkan, kelahiran bayi prematur, bayi terlahir dengan berat badan rendah, serta bayi mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) yang dianggap penyakit paling berbahaya bagi bayi.

Komplikasi selama masa kehamilan itu umumnya ditandai dengan terlepasnya plasenta dengan tiba-tiba dari uterus atau plasenta menghalangi serviks atau jalan keluar bayi. Yang paling bahaya adalah kedua jenis komplikasi ini akan memicu pendarahan hebat yang bisa membahayakan kesehatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan.

Kemudian, sekalipun dapat terlahir ke dunia, sang bayi kemungkinan tidak terlahir dengan berat normal, yaitu kurang dari 2,5 kilogram. Dengan berat badan yang kurang memadai, bayi mudah terekspos kepada penyakit dan bahkan meninggal di usia sangat dini.

Dengan sederet risiko yang timbul semasa dan setelah kehamilan, larangan merokok untuk perempuan menjadi bukan suatu hal tanpa alasan. Kesehatan yang dipertaruhkan bukan hanya milik si bayi tapi juga sang ibu itu sendiri. Jadi sayangilah janin Anda dengan berhenti merokok dan mulailah hidup sehat tanpa asap rokok!

Source:
1. Van Meurs, Krisa. Cigarette Smoking, Pregnancy and the Developing Fetus. Stanford University School of Medicine,  Vol 1:14-16, 1999. 
2. Canadian Council for Tobacco Control, Smoking and Pregnancy, Canada, 2001.
3. Pollack, Harold A. Sudden Infant Death Syndrome, Maternal Smoking During Pregnancy, and the Cost-Effectiveness of Smoking Cessation Intervention. American Journal of Public Health, Vol. 91 (3), 2001.